Cara Menyimpan Nasi Sisa di Kost agar Tidak Basi
Travel & Food

Cara Menyimpan Nasi Sisa di Kost agar Tidak Basi

Meiranie Nurtaeni Meiranie Nurtaeni

Memasak nasi sudah jadi rutinitas anak kost hampir setiap hari. Sehari-hari, otomatis nasi adalah makanan pertama yang disiapkan. Meski, kadang, nasi bisa tidak habis dalam sehari. Kalau didiamkan hingga keesokan harinya, berisiko basi karena nasi tidak pakai pengawet. Untuk itu, ikuti cara menyimpan nasi berikut agar tidak cepat basi.

Penyebab Nasi Basi

Nasi yang tersisa dalam satu hari memang dapat Roommies gunakan lagi esok harinya. Bisa untuk makanan hari itu atau diolah menjadi makanan lain berbahan dasar nasi. Namun, kalau penyimpanannya tidak baik, nasi justru bisa jadi tidak layak makan lagi, akhirnya malah terbuang. Kan, sayang!

Ada beberapa penyebab nasi menjadi basi dan tidak layak kamu konsumsi lagi, yaitu:

1. Beras tidak dicuci bersih

Sudah pasti, sebelum memasak, beras harus kamu cuci untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Pencucian beras ini harus kamu lakukan dengan bersih. Jika tidak, kualitas beras menurun dan bakteri mudah menempel. Hasilnya, nasi yang anak kost masak beraroma tidak sedap dan cepat basi.

Proses pencucian beras dilakukan di bawah air mengalir dan pembuangan airnya sebaiknya hanya tiga kali. Kalau sekali, beras masih kotor, tapi lebih dari tiga kali malah akan melarutkan nutrisi yang terkandung dalam beras.

2. Tidak diaduk saat dimasak

Hampir semua orang memasak nasi menggunakan rice cooker atau magic jar saat ini. Memang, memasak nasi jadi lebih praktis. Namun, begitu memasak nasi, jangan hanya kamu diamkan begitu saja. Setelah matang, buka penutupnya dan aduk supaya uapnya keluar.

Nasi yang dibiarkan begitu saja sampai kamu makan akan basah oleh uap panas yang terkunci dalam rice cooker. Nasi jadi tidak tahan lama. Karena itu, selalu membuka rice cooker begitu nasi matang. Kemudian, aduk-aduk dan biarkan uap nasi keluar. Hasilnya, nasi jadi lebih kering dan awet.

3. Kontaminasi bakteri

Pada beras sebenarnya terdapat bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan, yaitu Bacillus cereus. Meski sudah dicuci, bakteri tersebut tidak mudah hilang. Bakteri tersebut mudah tumbuh dan dapat bertahan hidup walau nasi sudah kamu masak.

Jika nasi kamu diamkan di luar pada suhu ruang alat pemasak nasi setelah dimasak. Bakteri akan semakin mudah tumbuh. Pertumbuhan yang cepat dan kemudian menghasilkan racun yang membuat nasi sisa mudah basi dan tidak layak makan.

Cara Menyimpan Nasi agar Tidak Basi

Untuk menjaga kualitas nasi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Yang pasti, jangan langsung membuang nasi sisa kalau sudah selesai menyantapnya. Selanjutnya, segera simpan nasi sisa karena supaya tidak jadi sarang bakteri dan berbahaya bagi kesehatan.

Nasi sisa yang masih layak bisa kamu konsumsi keesokan harinya setelah dihangatkan. Namun, jangan menghangatkan lebih dari satu kali supaya bisa langsung kamu habiskan. Semakin lama nasi tersimpan, semakin banyak bakteri Bacillus berkembang biak. Selain itu, penyimpanan nasi juga harus kamu lakukan dengan seksama sesuai cara-caranya.

Untuk panduan kamu menyimpan nasi, berikut cara menyimpan nasi sisa di kost agar tidak cepat basi seperti yang saran dari Departemen Pertanian Amerika Serika (United States Department of Agriculture atau USDA).

1. Dinginkan nasi dengan cepat

Nasi yang baru matang akan terasa sangat basah atau lembap. Kondisi ini menjadi tempat yang baik bagi bakteri untuk tumbuh. Karena itu, usahakan mendinginkan nasi dengan cepat atau masukkan dalam kulkas. Hindari mendiamkan nasi pada suhu ruangan selama lebih dari dua jam.

2. Simpan dalam tempat kedap udara

Setelah nasi dingin, letakkan dulu dalam tempat yang kedap udara atau menggunakan kantong plastik ziplock, baru simpan dalam kulkas. Kalau menggunakan ziplock, pastikan dulu semua udara yang ada di dalamnya telah keluar sebelum kamu masukkan ke dalam kulkas.

Tentu, kalau kamu memasak nasi dalam jumlah banyak, tidak bisa menempatkan semua sekaligus dalam wadah kedap udaranya. Karena itu, bagi-bagi dulu nasi sesuai ukuran wadah dan tutup rapat setelahnya.

USDA merekomendasikan masa simpan nasi sisa sebagai berikut:

  • Nasi dalam lemari es: 3 - 4 hari.
  • Nasi dalam freezer: 3 - 4 bulan.

Simpan nasi dalam kulkas dengan suhu kurang dari 4 derajat celsius. Lebih dari 4 derajat celsius, menurut USDA, adalah suhu yang disukai bakteri untuk tumbuh.

3. Memanaskan nasi kembali

Ada beberapa cara yang bisa kamu pilih untuk memanaskan kembali nasi, sehingga nasi terhindar dari basi. Yang pasti, USDA tidak menyarankan menggunakan rice cooker. Selain itu, kamu harus memastikan nasi yang dipanaskan mendapat panas yang merata.

Menggunakan microwave

Cara ini adalah yang paling mudah untuk menghangatkan

  • Kalau menggunakan tempat penyimpanan yang bisa untuk digunakan dengan microwave, buka sedikit penutupnya, lalu percikan satu sendok teh air bersih pada nasi. Tutup kembali sebelum kamu masukan dalam microwave.
  • Panaskan dengan microwave selama 3-4 menit atau panasnya merata.
  • Panas microwave harus sekitar 73 derajat celsius atau lebih.
  • Langsung sajikan jika sudah panas.

Merebus

USDA menyarankan merebus nasi sisa yang kamu hangatkan dengan cara berikut:

  • Letakkan nasi pada panci saucepan dan tambahkan 1-2 sendok makan butter atau minyak.
  • Percikan 1-2 sdm air, kemudian masak dengan api kecil dan tutup panci.
  • Aduk beberapa kali saja. Ketika air tampak mendidih, pastikan suhunya sudah di atas 73 derajat celsius.
  • Sajikan dengan segera selama masih hangat.

Menumis

  • Nasi sisa yang hendak kamu santap kembali dapat juga dihangatkan dengan cara menumisnya.
  • Letakkan nasi pada wajan dengan minyak pilihan kamu.
  • Masak nasi sambil diaduk menggunakan api sedang. Gumpalan-gumpalan nasi harus kamu pecahkan.
  • Aduk juga sampai minyak membalur nasi dengan rata.
  • Pastikan suhu panas nasi yang ditumis sekitar 73 derajat celsius.
  • Sajikan dalam keadaan panas.

BACA JUGA:

Food Tips