DIY Cara Menggunakan Bubble Wrap Bekas Belanja Online
Living

DIY Cara Menggunakan Bubble Wrap Bekas Belanja Online

Meiranie Nurtaeni Meiranie Nurtaeni

Tren belanja secara daring memang memudahkan anak kost, terutama selama pandemi COVID-19. Masalah yang muncul selanjutnya adalah bekas pembungkus belanjaan yang jadi sampah, terutama bubble wrap yang terbuat dari plastik. Untuk menguranginya, ada beberapa cara menggunakan bubble wrap bekas menjadi barang baru yang pasti berguna bagi Roommies.

Dampak Penggunaan Bubble Wrap

Bubble wrap adalah plastik transparan untuk mengemas barang atau produk, yang memiliki gelembung-gelembung kecil berisi udara guna melindungi barang dari kerusakan. Untuk menjaga keamanan barang yang dikirimkan melalui jasa kurir, bubble wrap memang sangat membantu

Barang-barang bisa terhindar dari kerusakan akibat benturan-benturan selama perjalanan. Karena itu, bubble jadi andalan pembungkus belanja online selain pakai kardus. Bahkan, banyak yang mengirimkan tanpa kardus dan hanya terbungkus bubble wrap. Dampaknya, semakin sering berbelanja online, semakin banyak bubble wrap yang kamu dapat. Barang kamu terima dengan baik, tapi plastik bubble wrap pun menumpuk.

Sampah plastik adalah hal utama yang muncul dengan meningkatnya permintaan belanja online. Melansir dari Vox.com, menurut sebuah penelitian oleh Oceana, pembelian barang di situs Amazon di Amerika Serikat menghasilkan sampah plastik--termasuk bubble wrap--sebanyak 210 juta kg pada tahun 2019.

Dari 210 kg tersebut, 102 juta kg terbuang ke sungai, danau, dan lautan, menghasilkan polutan bagi ekosistem laut. Data tersebut diperkirakan meningkat pada tahun 2020 karena terjadi peningkatan pembelanjaan online sepanjang tahun tersebut akibat pandemi COVID-19. Amazon dilaporkan memperoleh keuntungan sebesar 96,2 milyar dollar pada paruh ketiga tahun 2020, meningkat 37 persen dari tahun 2019.

Bahaya Bubble Wrap

Cara menggunakan bubble wrap memang menimbulkan dilema. Pada satu sisi, sangat membantu pengiriman barang yang memudahkan kehidupan manusia sekarang, terutama pada masa pandemi ini. Di sisi lain, kalau kamu buang, menjadi sampah plastik berbahaya, tapi disimpan pun bakal menumpuk begitu saja. Berikut, melansir dari Bizfluent.com, beberapa dampak negatif bubble wrap, yaitu:

1. Sampah beracun

Dahulu, hingga tahun 2008, bubble wrap terbuat dari plastik film polimer. Bahan tersebut dianggap berbahaya bagi lingkungan, karena membutuhkan ratusan tahun untuk terurai dan hancur. Saat ini, memang sudah ada penggunaan plastik yang dapat hancur dalam waktu 90 hari. Namun, masih ada juga produsen yang menggunakan plastik film polimer.

2. Sulit disimpan

Ketika memutuskan menyimpan bubble wrap bekas pakai, bentuknya yang membesar (menggembung) ketika dilipat atau ditumpuk dapat memakan tempat dalam ruang. Kalau kamu disimpan begitu saja, malah akan membuat kamar tampak berantakan, seakan-akan menyimpan sampah.

3. Mudah terbakar

Dalam kondisi plastik murni, butuh suhu 500 derajat celsius untuk menjadi api dan 200 derajat untuk meleleh. Namun, dengan adanya gelembung-gelembung bubble dan oksigen pada sekitarnya, bubble wrap akan lebih mudah terbakar. Kemudian, hasil pembakaran akan menimbulkan gas polutan yang dapat menimbulkan masalah pernapasan.

Cara Menggunakan Bubble Wrap untuk Sehari-hari

Pemakaian bubble wrap sampai saat ini belum bisa terhindarkan. Namun, kamu dapat ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan kembali bubble wrap untuk aktivitas sehari-hari di kost. Bubble wrap bisa membantu anak kost pada hal-hal berikut:

1. Rumah kaca mini

Tanaman yang sedang tumbuh memerlukan panas matahari supaya tanah tetap hangat, gembur, dan lembap, untuk mendukung perkembangannya. Rumah kaca berperan memerangkap panas matahari tersebut sehingga hangat sepanjang hari. Bubble wrap bisa berperan sebagai rumah kaca, terutama karena bantuan gelembung-gelembung udaranya.

2. Melindungi kulit buah dari lecet

Beberapa jenis buah dan sayuran, seperti pear dan peach, kulitnya mudah tergores. Lapisi tempat penyimpanan buah dan sayurannya dengan bubble wrap supaya permukaannya lunak dan mencegah buah dan sayuran terbentur dengan benda-benda keras.

3. Kulkas tetap bersih

Letakkan bubble wrap pada tempat-tempat penyimpanan dalam kulkas untuk menjadi alas bahan makanan dan minuman yang kamu simpan di dalamnya. Selain menjadikan kulkas tetap bersih, bubble wrap jadi penyekat yang mempertahankan suhu dingin kulkas. Kalau kotor, kamu tinggal menggantinya.

4. Menjaga es krim tetap beku

Ketika berbelanja, gunakan bubble wrap untuk melapisi tas belanja yang membawa makanan atau minuman dingin, contohnya, es krim. Fungsi insulatornya akan mempertahankan udara dingin lebih lama, menjadikan es krim tidak mudah cair.

5. Menjaga bentuk aksesori fesyen

Sepatu, tas (terutama, tas tangan), topi, dan benda lainnya makin lama akan berubah bentuknya kalau tidak dijaga baik. Sumpal barang-barang tersebut dengan bubble wrap sebelum kamu simpan lagi. Dengan begitu, bentuknya akan tetap seperti sedia kala dalam waktu lama.

Cara Menggunakan Bubble Wrap bekas untuk DIY Aksesori dan Dekorasi

Penggunaan-penggunaan bubble wrap bekas yang telah disebutkan sebelumnya, hanya bertahan beberapa lama sebelum kamu harus menggantinya lagi. Alternatifnya, ada cara menggunakan bubble wrap bekas menjadi barang baru yang juga berguna seperti berikut. Dengan sedikit ketekunan, Roommies pasti bisa mengerjakannya.

Anting Motif Salju

Anting Motif Salju

Bubble wrap yang transparan menghasilkan warna mengilap seperti es. Cocok menjadi perhiasan untuk melengkapi penampilan kamu sehari-hari atau acara-acara spesial. Seperti, anting-anting berbentuk motif salju ini. Berasa jadi Ice Princess, deh!

Bahan:

  • 3 lembar plastik bubble wrap transparan ukuran 20x20 cm
  • Satu gulung kertas roti (biasanya ukuran 50x100 cm)
  • Pengait untuk anting (bisa beli di toko online)
  • Gunting
  • Jarum besar untuk membuat lubang
  • Pola snowflake

Cara membuat:

  1. Kempiskan semua gelembung udara pada bubble wrap sampai rata
  2. Tumpuk ketiga plastik bubble yang sudah tidak ada gelembung udaranya.
  3. Lapisi permukaan terluarnya dengan kertas roti lalu setrika untuk menyatukan bubble wrap dan membuatnya kaku.
  4. Sebaiknya, pemanasan bubble wrap hanya dilakukan satu kali setrika untuk hasil terbaik. Jadi, pastikan panas setrika cukup tinggi untuk satu kali pulasan.
  5. Lakukan penyetrikaan bubble wrap pada tempat dengan ventilasi baik karena pemanasan tersebut menghasilkan asap yang bisa jadi polutan.
  6. Potong hasil pemanasan bubble wrap tadi menjadi ukuran 8x5 cm (atau sesuai keinginan) sebanyak dua potong.
  7. Cari pola snowflake di internet, lalu print seukuran sesuai keinginan untuk menjadi anting.
  8. Buat pola snowflake tersebut pada potongan bubble wrap keras tadi. Lalu, potong sesuai pola.
  9. Lubangi pada bagian ujung yang akan dijadikan penggantung menggunakan jarum besar hingga cukup memasukkan kawat pengait anting.
  10. Rapikan sisi-sisi anting supaya lebih tumpul dan tampak cantik. Anting-anting siap digunakan!

(Dari Epbot.com)

Hiasan Meja Kaktus


Kaktus-kaktus cantik untuk dekorasi meja dapat juga kamu buat menggunakan bubble wrap bekas. Cara membuatnya mudah, hasilnya cantik.

Bahan:

  • Bubble wrap ukuran 50x30 cm
  • Cat poster warna kuning, cokelat, hijau
  • Kuas
  • Benang yang cukup tebal
  • Pot bunga dari alumunium ukuran kecil-sedang (untuk di meja)
  • Kertas koran dua halaman

Cara membuat:

  1. Warnai bagian tengah bubble wrap (permukaan gelembung) dengan cat poster hijau dengan bentuk lingkaran. Keringkan.
  2. Lipat atau gulung kertas koran yang terbentang dengan ukuran lebar 4-5 cm. Lalu, tekuk menjadi setengahnya. Ikat ujung koran dengan benang.
  3. Tutup gulungan koran tadi dengan bubble wrap yang dicat hijau tadi, dengan warna hijau menghadap ke luar.
  4. Lipat dan pertemukan ujung-ujung bubble wrap seperti membungkus botol. Ikat lagi ujungnya yang kuat.
  5. Jika ada bagian yang kurang berwarna hijau, warnai lagi dengan cat poster.
  6. Beri sedikit cat warna kuning pada beberapa bagian secara asal.
  7. Simpan dalam pot alumunium dan ganjal menggunakan plastik bubble wrap yang lain. Lakukan sampai kaktus bisa berdiri baik pada pot.
  8. Cat pengganjal tadi dengan warna cokelat untuk menjadi “tanahnya”.
  9. Kaktus bubble wrap siap menghias meja kamu.

(Dari YouTube: Mana Creative Corner)

Dompet Uang Kertas

Dompet Uang Kertas

Bubble wrap bekas dapat jadi kantong yang bagus untuk menyimpan uang kertas, koin, tagihan atau kertas-kertas kecil lainnya. Memudahkan kamu beraktivitas.

Bahan:

  • Dua lembar bubble wrap ukuran panjang 50 cm (atau sesuai keinginan kamu).
  • Kertas roti
  • Lem
  • Benang
  • Gunting

Cara membuat:

  1. Pecah dan ratakan gelembung udara bubble wrap dan tumpuk jadi dua.
  2. Lapisi dengan kertas roti dan setrika dalam satu kali ulas.
  3. Lipat bubble wrap seperti membentuk amplop. Lebar dan tinggi dapat disesuaikan keinginan kamu, misal selebar uang Rp100 ribu dan tinggi 10 cm. Atau, lebih kecil untuk dompet koin.
  4. Ukur pinggir bubble wrap sebesar 1 cm. Tandai dengan spidol hitam.
  5. Batasi pinggiran tadi dengan bagian terdalam amplop menggunakan potongan kardus. Lalu, setrika bagian pinggir selebar 1 cm tadi. Lakukan pada kedua sisinya.
  6. Jangan lupa, lapisi dulu dengan kertas roti.
  7. Potong pinggiran yang disetrika jadi lebih kecil supaya tampak rapi.
  8. Lipat dua dan potong ujung penutupnya membentuk lengkungan.
  9. Pada sisa potongan bubble wrap lain, potong seukuran 2x10 cm. Lalu, beri lem UHU pada ujungnya dan gulung mulai pada bagian yang ada lem tersebut. Setelah selesai, jepit untuk merekatkan selama beberapa menit.
  10. Jahit tengah gulungan tersebut pada bagian tengah atas ujung badan amplop.
  11. Pada penutupnya, ukur tengah seukuran “kancing pengait” bubble wrap tadi. Potong sedikit (gores) dengan cutter untuk mengaitkan.
  12. Dompet siap digunakan.

(Dari YouTube: Kertabumi Recycling Center)

BACA JUGA:

DIY