Masih Diminati, Ini 5 Teater Boneka yang Ada di Indonesia
Lifestyle

Masih Diminati, Ini 5 Teater Boneka yang Ada di Indonesia

Annisa Nur Indah Annisa Nur Indah

21 Maret diperingati sebagai hari teater boneka, bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Di tengah persaingan lewat film, musik, drama series, ternyata masih ada lho penikmat teater boneka yang dulu sempat menghiasi masa kecil anak-anak tahun 80-an.

Pentas boneka, sebut saja salah satunya Si Unyil kala itu menjadi acara yang paling dinanti di acara TV. Karakter yang kuat, nilai moral yang baik, sampai wawasan yang bermanfaat selalu ditampilkan oleh tokoh yang diciptakan oleh Suyadi atau Pak Raden ini.

Setelah Si Unyil mulai redup pamornya, teater boneka banyak digantikan oleh hiburan lain yang menyasar anak-anak. Hingga pada tahun 2006, Papermoon Puppet Theater muncul dan teater boneka menjadi makin digemari.

Masih Diminati, Ini 5 Teater Boneka yang Ada di Indonesia

Berkat Papermoon, teater boneka kini kian populer di Indonesia. Targetnya kini bukan hanya anak-anak, tapi juga generasi 80 dan 90-an yang menghabiskan masa kecil menanti datangnya teater boneka, baik di sekolah maupun teater keliling di balai desa.
Kalau kamu salah satu generasi yang masih suka dengan teater boneka, kamu bisa tonton 5 teater boneka yang ada di Indonesia berikut ini.

1. Papermoon Puppet

Berbicara mengenai teater boneka, pasti Papermoon Puppet selalu jadi topik utama. Teater boneka asal Yogyakarta yang didirikan oleh Maria Tri Sulistyani atau yang kerap disapa Ria Papermoon ini didirikan sejak tahun 2006.

Kisah yang dibawakan oleh teater boneka kontemporer ini lahir dari kehidupan sehari-hari, terinspirasi dari cerita kehidupan orang-orang sekitar, lalu disulap menjadi pertunjukan boneka yang menakjubkan. Boneka-boneka berbentuk manusia yang tidak bernyawa seolah hidup dan menceritakan kisahnya.

Sampai saat ini, Papermoon Puppet Theater sudah mengadakan 30 acara teater boneka, dan salah satu acara yang paling terkenal adalah Pesta Boneka. Pesta Boneka adalah acara independen bagi seluruh pencinta dan pendiri teater boneka di seluruh dunia. Acara ini diadakan setiap dua tahun sekali di tanah kelahiran Papermoon, Yogyakarta.

Pesta Boneka bukan hanya berisi pertunjukkan boneka, tapi juga ada workshop & presentasi, masak, dan film screening.
 

2. Flying Ballon Puppet

Teater boneka yang sama-sama dari Yogyakarta ini digawangi oleh Medya Bestari dan sudah berdiri sejak tahun 2016. Pementasan pertama mereka berjudul “Hadiah Kecil”. Dengan mengangkat tema-tema berbau isu lingkungan, mitos, dan supranatural membawa FBP bergabung pada event-event besar. Diantaranya Festival Pesta Boneka, Art Jakarta, dan menjadi peserta Ruang Kreatif di Galeri Indonesia Kaya.

FBP selalu optimis untuk mengenalkan teater boneka ke seluruh lapisan masyarakat sehingga teater boneka akan selalu punya tempat di hati masyarakat.
 

3. Ayo Dongeng Indonesia

Berawal dari kampanye  gerakan mendongen untuk anak Indonesia, Ayo Dongeng Indonesia lahir sebagai teater boneka dalam bentuk komunitas sosial. Ayo Dongeng Indonesia atau sering disapa ADI ini punya tujuan membagikan cerita inspiratif, keceriaan, motivasi, dan imajinasi. Para puppeteer dari ADI biasa menyebut diri mereka sebagai “relawan dongen”.

ADI juga ternyata sudah mengisi acara-acara bergengsi di ranah internasional, lho. Seperti Pesta Boneka dan Festival Dongeng Internasional Indonesia.

BACA JUGA: DIY: Cara Mudah Membuat Boneka dari Kaos Kaki Bekas

4. I-Pedalangan

Berbeda dengan teater boneka sebelumnya yang berasal dari Yogyakarta, I-Pedalangan berasal dari tanah Bali. Sekelompok anak muda yang sama-sama memiliki ketertarikan akan teater boneka bersatu dan menamai diri mereka i-Pedalangan. Memberikan nilai-nilai kesenian tradisi Bali, I Gusti Made Aryana yang merupakan ketua grup ini membawakan icon unik berupa Boneka Gendong.

I-Pedalangan didirikan pada tahun 2016 yang digagas oleh I Putu Gede Indra Parusha. I-Pedalangan menggaet sekelompok dalang dan perancang boneka yang kiprahnya di dunia teater boneka tak perlu diragukan lagi.

Bukan hanya di Pulau Dewata, I-Pedalangan juga sudah tampil di berbagai festival bergengsi, seperti Pesta Boneka, dan Galeri Indonesia Kaya.

BACA JUGA: Museum Paling Menyeramkan di Dunia, Berani Datang?

5. Teater Den Kisot

Berawal dari novel terkenal berjudul Don Quijote, kemudian novel ini dialihmediakan menjadi teater boneka berjudul Den Kisot. Dengan sutradara Endo Suanda yang juga penulis naskah bersama Goenawan Mohamad, mengatakan Teater Den Kisot ini melahirkan genre baru di dunia pertunjukan.
Dilansir dari Tempo.co, sebagai sutradara, Endo Suanda menciptakan teater dengan keyakinan klasik: pertunjukan adalah perpaduan semua unsur seni yang dilibatkan. Juga yang bukan seni: penonton.
 

Film