5 Cara Mencari Lowongan Pekerjaan Kurang dari 30 Menit
Career & Money

5 Cara Mencari Lowongan Pekerjaan Kurang dari 30 Menit

Meiranie Nurtaeni Meiranie Nurtaeni

Mencari lowongan pekerjaan kadang seperti melakukan kerja penuh waktu sendiri. Memilih lowongan, membuat resume, menyesuaikan surat lamaran pada perusahaan yang diinginkan, hingga mengirimnya pasti memerlukan banyak waktu dan tenaga juga. Supaya usaha kamu lebih efisien dan efektif, coba lima cara mencari lowongan pekerjaan yang tidak pakai lama berikut.

Kesalahan Mencari Lowongan Pekerjaan

Sukses mendapat pekerjaan bukan hanya untung-untungan, tapi perlu juga komitmen, fokus, dan kegigihan. Apalagi, pada situasi pandemi saat ini, persaingan mencari pekerjaan malah semakin ketat karena makin banyak jumlah orang yang menganggur.

Menurut konsultan karier dari Your Career Girl, Kayme Canaii, kepada Apartment Therapy, cara sebagian orang mencari lowongan pekerjaan sebenarnya bisa melambatkan proses tersebut lebih jauh lagi.

“Banyak orang membuat kesalahan dengan melamar pada lowongan pekerjaan online sebanyak mungkin, setiap hari, tapi tidak juga mendapat hasil yang diinginkan,” kata Kayme.

Karena itu, Kayme menambahkan, selain mencari koneksi yang strategis, pencari kerja perlu juga secara hati-hati mengirimkan lamaran pekerjan. Lamaran yang terkirim haruslah yang berkualitas tinggi, bukan sekadar kuantitasnya.

5 Cara Mencari Lowongan Pekerjaan Kurang dari 30 Menit per Hari

Mencari pekerjaan secara digital perlu Roommies lakukan secara proaktif untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Bukan berarti harus menggunakan seluruh waktu kamu selama seharian--sehingga menunda aktivitas yang lain.

Berikut ini cara-cara mencari pekerjaan secara online yang dapat kamu lakukan kurang dari 30 menit per hari, tapi hasilnya tetap efektif. Coba, deh!

1. Bikin notifikasi posisi yang kamu incar

notifikasi pekerjaan

Sumber: Freepik

Hal pertama yang perlu kamu lakukan ketika mencari lowongan pekerjaan adalah menetapkan dulu posisi apa yang ingin kamu lamar. Jika masih bingung, menurut konsultan karier, Maggie Mistal, kepada Apartment Therapy, tentukan dengan cara mengingat jenis pekerjaan, posisi, dan perusahaan yang sedang kamu incar, ditambah pekerjaan sebelum-sebelumnya yang kamu banggakan.

Begitu sudah ketemu, gunakan posisi atau pekerjaan, juga perusahaan impian kamu sebagai kata kunci ketika mencari lowongan pekerjaan di mesin pencari, situs-situs pencari kerja, atau media sosial. Bikin juga notifikasi pada aplikasi atau situs pencari kerja seperti LinkedIn Jobs, Indeed, dan lainnya mengenai posisi atau perusahaan spesifik tadi.

Dengan cara tersebut, kamu akan selalu dapat informasi lowongan terbaru mengenai pekerjaan yang diincar langsung ke inbox. Jadi, tidak perlu berjam-jam mencarinya secara online.

2. Fokus pada perusahaan, bukan jabatan

fokus perusahaan

Sumber: Freepik

Cara lain mencari lowongan pekerjaan dengan cepat adalah lebih fokus lagi pada perusahaan yang ingin kamu masuki. Bekerja pada perusahaan impian akan membuat kamu lebih semangat menjalani posisi yang ada nantinya. Di samping itu, kamu juga bakal lebih fokus menyiapkan diri sesuai dengan kriteria perusahaan tersebut.

Menurut konsultan karier dari The Career Glow Up, Patricia Figueroa, melamar pada setiap posisi yang sedang terbuka (karena kamu memenuhi persyaratan) tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan. Untuk itu, coba buka situs resmi perusahaan yang kamu incar, lalu cari langsung peluang karier pada situs tersebut.

Memfokuskan pada situs perusahaan juga membantu kamu mengenal lebih jauh perusahaan tersebut, serta bisa jadi modal jika dipanggil wawancara di situ suatu hari nanti. Selain pada situs perusahaan, cek juga profil LinkedIn mereka. Lalu, kirim pesan mengenalkan diri kamu kepada karyawan-karyawan mereka yang juga punya profil LInkedIn.

Menurut Nii Ato Bentsi-Enchill, pendiri Avenir Careers, memang tidak setiap orang akan merespons, tapi jika ada satu orang saja yang membalas, bisa membantu koneksi kamu ke perusahaan.

3. Buat jadwal cek pencarian kerja

jadwal pencarian kerja

Sumber: Freepik

Konsistensi adalah elemen kunci kesuksesan mencari pekerjaan. Oleh karena itu, Kayme Canaii menyarankan setidaknya rutin dalam seminggu ada hari atau waktu yang sama untuk cari lowongan kerja. Satu hari satu aktivitas saja dan tidak perlu lama-lama.

Misalnya, kamu mencari 2 - 4 lowongan pekerjaan yang menarik pada hari Minggu, lalu mengirimkan lamarannya pada hari Senin. Pada hari Selasa, menggunakan LinkedIn, kamu mencoba menjalin kontak dengan 2 - 3 orang dari perusahaan yang kamu lamar, untuk mengonfirmasi lamaran kamu atau mencari celah lowongan lain dari perusahaan.

Kalaupun kamu belum mencari lowongan pekerjaan lagi, setidaknya tetap membuat jadwal yang terkait pencarian kerja. Bisa sekadar menjalin kontak dengan koneksi-koneksi kamu atau follow-up proses penerimaan atau wawancara yang masih pending.

4. Mengontak perekrut

mengontak perekrut

Sumber: Freepik

Langkah lainnya adalah memaksimalkan LinkedIn. Menjalin komunikasi dengan perekrut pada bidang pekerjaan yang ingin kamu jalani melalui akun LinkedIn adalah cara simpel tapi efektif.

Untuk mencarinya, ketik kata ‘recruiters’ atau ‘headhunter’ pada kolom pencari. Bisa juga, menyebutkan nama perusahaan sebelum kata “recruiter”. Nantinya, profil yang paling relevan dengan pencarian akan muncul.

Lalu, cek profil perekrut tadi. Jika sesuai yang kamu tuju, kirim request untuk terhubung dan pesan singkat mengenai ketertarikan kamu pada perusahaan dan permohonan wawancara kalau memungkinkan.

Walaupun tidak mendapat respons yang kamu inginkan, kamu tetap punya potensi terhubung dengan perusahaan. Nantinya, kamu bisa mendapat informasi terbaru mengenai lamaran juga posisi-posisi yang akan dibuka.

5. Melamar pada agensi HR

melamar agensi HR

Sumber: Freepik

Saat ini, marak hadirnya perusahaan-perusahaan HR, yang mengkhususkan diri merekrut profesional-profesional pada bidang tertentu. Kemudian, mereka membantu menyalurkan skills mereka kepada perusahaan yang sedang membutuhkan.

Kalau kamu tidak memiliki banyak waktu juga modal, coba melamar pada perusahaan-perusahaan HR ini. Prinsipnya mirip outsourcing, tapi pada operasionalnya mereka bukan outsourcing. Mereka jadi penghubung antara para profesional dengan perusahaan yang sedang mencari karyawan baru--kadang tidak punya banyak waktu untuk proses merekrut.

Perusahaan HR akan mencari lowongan pekerjaan yang kamu inginkan, lalu mengatur jadwal wawancara dengan perusahaan jika ada yang sesuai. Yang perlu kamu lakukan hanya mengirimkan lamaran pada perusahaan HR tersebut. Cara ini memang biasanya diawali dengan pekerjaan kontrak jangka pendek. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kesempatan jadi karyawan tetap.

BACA JUGA:

Cari Kerja